Beranda | Artikel
Bacaan Duduk di Antara Dua Sujud Allahummaghfirli Warhamni…
10 jam lalu

Bacaan Duduk di Antara Dua Sujud “Allahummaghfirli Warhamni…” ini merupakan bagian dari kajian Islam ilmiah Fiqih Doa dan Dzikir yang disampaikan oleh Ustadz Dr. Abdullah Zaen, M.A. Hafidzahullah. Kajian ini disampaikan pada Senin, 15 Jumadil Awal 1448 H / 26 Oktober 2026 M.

Kajian Tentang Bacaan Duduk di Antara Dua Sujud “Allahummaghfirli Warhamni…”

Lafal bacaan tersebut adalah:

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي، وَارْحَمْنِي، وَعَافِنِي، وَاهْدِنِي، وَارْزُقْنِي، وَاجْبُرْنِي، وَارْفَعْنِي

Terdapat pula riwayat yang diawali dengan lafal Rabbi sehingga dibaca Rabbighfir lii. Kedua variasi tersebut sama-sama diperbolehkan karena memiliki landasan hadits yang shahih. Karena pada perbedaan ini sama-sama memiliki dasar dalil yang shahih, maka umat Islam hendaknya berlapang dada. Jangan memaksakan apa yang kita baca kepada orang lain, selama mereka juga punya landasan.

Hukum Urutan Kalimat dalam Doa

Doa ini diriwayatkan dalam beberapa jalur hadits. Apabila urutan permohonan setelah kalimat pertama dan kedua tidak berurutan atau tertukar, hal tersebut tidak membatalkan atau merusak bacaan. Imam An-Nawawi rahimahullah menjelaskan bahwa yang dianjurkan adalah membaca ketujuh kalimat permohonan tersebut secara lengkap agar doanya sempurna. Hal ini sama seperti dzikir mutlak (subhanallah, alhamdulillah, laa ilaaha illallah, Allahu akbar) yang boleh dibaca tanpa terikat urutan tertentu.

Perawi Hadits Doa Duduk di Antara Dua Sujud

Bacaan duduk di antara dua sujud ini bersumber dari riwayat sahabat Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, yaitu Abdullah bin Abbas radhiyallahu ‘anhuma. Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam biasa membaca doa di antara dua sujud. Dalam riwayat Abu Dawud, doa tersebut dibaca dengan lafal sebagai berikut:

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي، وَارْحَمْنِي، وَاهْدِنِي، وَارْزُقْنِي

“Ya Allah, ampunilah aku, rahmatilah aku, berilah aku petunjuk, dan karuniakanlah rezeki kepadaku.” (HR. Abu Dawud)

Sanad hadits riwayat Abu Dawud ini dinilai shahih oleh Imam Al-Hakim dan disetujui oleh Imam Adz-Dzahabi. Adapun tambahan lafal “wajburni” terdapat dalam riwayat At-Tirmidzi, yang sanadnya dinilai shahih oleh Imam Al-Hakim serta dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani. Sementara itu, lafal “warfa’ni” terdapat dalam riwayat Ahmad dengan sanad yang dinyatakan shahih oleh Imam Al-Hakim.

Pentingnya Berdoa di Tengah Keterbatasan Manusia

Manusia memiliki beragam keinginan, seperti kecukupan harta, kesehatan, ketampanan, kecantikan, hingga keselamatan masuk surga. Akan tetapi, kemampuan manusia sangat terbatas. Seluruh kebutuhan tersebut tidak akan dapat diraih tanpa kehendak, pertolongan, dan bantuan dari Allah Subhanahu wa Ta’ala. Oleh karena itu, berdoa menjadi satu-satunya jalan agar segala hajat manusia dapat terpenuhi.

1. Memohon Ampunan

Permohonan pertama yang dipanjatkan adalah Allahummaghfirli yang bermaksud memohon ampunan kepada Allah ‘Azza wa Jalla. Manusia membutuhkan ampunan karena dosa yang diperbuat sangat banyak hingga tidak terhitung jumlahnya. Di waktu yang sama, nikmat yang diberikan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala juga sangat berlimpah.

Setiap saat Allah senantiasa berbuat baik, sementara setiap hari aturan-aturan-Nya dilanggar. Oleh karena itu, manusia sangat membutuhkan ampunan Allah Subhanahu wa Ta’ala.

2. Memohon Rahmat Allah

Permohonan kedua adalah warhamni yang bermaksud memohon rahmat Allah. Segala kebaikan yang dirasakan merupakan bentuk rahmat dari Allah Subhanahu wa Ta’ala. Kehadiran di pengajian, kesehatan yang diberikan, serta kemampuan dan kemauan untuk berbuat baik semuanya berasal dari rahmat Allah ‘Azza wa Jalla.

Belum tentu setiap orang yang sehat memiliki kemauan untuk menghadiri majelis ilmu. Oleh karena itu, limpahan kesehatan dan kesempatan patut disyukuri sebagai bagian dari rahmat-Nya.

3. Memohon Keselamatan di Dunia dan Akhirat

Manusia juga senantiasa memohon keselamatan jasmani maupun rohani, baik keselamatan di dunia maupun di akhirat. Permohonan keselamatan di dunia bermaksud agar dihindarkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala dari keburukan serta ujian yang tidak mampu dihadapi oleh manusia. Kehidupan dunia merupakan tempat ujian, sehingga permohonan yang dipanjatkan adalah agar dijauhkan dari ujian berat yang dapat membuat manusia putus asa hingga berbuat nekat, serta ujian yang melampaui kemampuan diri.

Keselamatan di akhirat dimulai sejak di alam kubur dengan dihindarkan dari azab kubur. Kelak di akhirat, manusia diselamatkan dari panasnya padang mahsyar serta dilindungi oleh Allah ‘Azza wa Jalla ketika melewati sirat, yakni jembatan yang terbentang di atas neraka menuju surga. Permohonan dipanjatkan agar senantiasa diselamatkan dari ketergelinciran ke dalam neraka.

4. Memohon Petunjuk

Permohonan berikutnya adalah wahdini yang berarti memohon petunjuk kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Makna permohonan petunjuk ini bukan sekadar mengetahui kebenaran, melainkan juga memohon kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala agar dimudahkan untuk mengamalkan kebenaran tersebut, diberikan keistiqamahan dalam berpegang teguh padanya, serta ditetapkan dalam keadaan husnul khatimah sampai akhir hayat.

Terdapat sebagian orang yang telah mengetahui kebenaran dan tuntunan dari Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, namun tidak mengamalkannya karena berbagai alasan sosial, seperti kekhawatiran dikucilkan atau tidak enak kepada lingkungan sekitar yang masih melakukan perbuatan keliru. Oleh karena itu, makna wahdini mencakup tekad dan kemauan untuk mengamalkan kebenaran secara istiqamah meskipun tidak sejalan dengan kebiasaan keliru yang ada di masyarakat.

5. Memohon Rezeki

Kalimat kelima adalah warzuqni, yang berarti karuniakanlah rezeki. Rezeki yang diminta kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala bukan sekadar rezeki secara umum, melainkan rezeki yang luas dan bermanfaat. Rezeki yang melimpah tidak akan membawa kebaikan jika tidak bermanfaat, seperti harta banyak yang tidak pernah dikeluarkan zakatnya atau tidak digunakan untuk ibadah.

Bentuk rezeki tidak terbatas pada harta atau uang semata. Kesehatan, ilmu, iman, amal saleh, dan fungsi anggota tubuh seperti penglihatan juga merupakan bentuk rezeki yang sangat berharga dari Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Nikmat penglihatan jauh lebih berharga daripada harta materi. Melalui penglihatan, seseorang dapat membaca Al-Qur’an, memandang wajah orang tua, menatap pasangan dan anak-anak, serta menikmati keindahan alam ciptaan Allah ‘Azza wa Jalla. Oleh karena itu, rezeki tidak hanya terbatas pada bentuk uang semata, melainkan juga mencakup kesehatan dan ilmu.

Ilmu yang didapatkan dari majelis taklim memiliki nilai yang jauh melebihi ongkos perjalanan yang dikeluarkan. Biaya transportasi akan habis dipakai, sedangkan ilmu yang diperoleh merupakan kunci keselamatan di dunia dan akhirat yang dapat dibawa hingga menghadap Allah ‘Azza wa Jalla.

6. Memohon Perbaikan Diri

Kalimat wajburni yang merupakan permohonan keenam berarti memohon agar Allah ‘Azza wa Jalla memperbaiki keadaan hamba-Nya. Manusia memiliki banyak kekurangan dan kelemahan. Melalui doa ini, seorang hamba memohon agar kekurangannya ditutupi, kelemahannya diberi kekuatan, serta kesedihan dan kegelisahannya digantikan dengan kelapangan serta ketenangan hati. Membaca doa ini dengan khusyuk dalam shalat dapat mengubah hati yang sempit menjadi lapang.

7. Memohon Pengangkatan Derajat

Permohonan terakhir adalah warfa’ni, yaitu memohon agar Allah ‘Azza wa Jalla mengangkat derajat hamba-Nya di dunia dan di akhirat. Derajat seseorang tidak diangkat berdasarkan harta, jabatan, atau kenikmatan duniawi, melainkan dengan iman, ilmu, dan amal shaleh. Rangkaian kalimat ini merupakan doa yang diajarkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.

Download mp3 Kajian

Mari turut membagikan link download kajian Bacaan Duduk di Antara Dua Sujud “Allahummaghfirli Warhamni…” ini ke jejaring sosial Facebook, Twitter atau yang lainnya. Semoga menjadi pembuka pintu kebaikan bagi kita semua. Jazakumullahu Khairan.

Telegram: t.me/rodjaofficial
Facebook: facebook.com/radiorodja
Twitter: twitter.com/radiorodja
Instagram: instagram.com/radiorodja
Website: www.radiorodja.com

Dapatkan informasi dari Rodja TV, melalui :

Facebook: facebook.com/rodjatvofficial
Twitter: twitter.com/rodjatv
Instagram: instagram.com/rodjatv
Website: www.rodja.tv


Artikel asli: https://www.radiorodja.com/56666-bacaan-duduk-di-antara-dua-sujud-allahummaghfirli-warhamni/